Senin, 30 November 2015

MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KABUPATEN GARUT DENGAN EKONOMI KREATIF


KATA PENGANTAR

Segala puji-puji dan syukur untuk kehadiat Allah SWT yang Maha Kasih, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini dengan lancar dan mampu menyelesaikan kendala yang ada.
Sholawat serta salam tak lupa terlimpah curakan kepada kepada Nabi Muhammad SAW, serta ahl al-baitnya nan suci. Dan tak lupa pula penyusun sampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada kawan-kawan pengurus HMI Cabang Garut yang telah membantu baik saran dan dukungan moril dalam upaya pembuatan karya tulis ini.
Karya tulis  yang bertemakan “STRATEGI PENINGKATAN PAD KABUPATEN GARUT” ini, penyusun buat diperuntukan sebagai bahan kajian keilmuan, khususnya dalam program kerja khusus HMI cabang Garut yang ada. Penyajian karya tulis ini terdiri dari pembahasan-pembahasan mengenai pengertian ekonomi kreatif, ruang lingkup ekonomi kreatif, dan kontribusi ekonomi kreatif terhadap PAD Kabupaten Garut, dll.

Selasa, 24 November 2015

HMI GARUT : MUSDA KNPI BUKAN HANYA MOMEN POLITIS


Oleh : Halim Ramdani

Bulan ini HMI Cabang Garut dihadapkan pada dua momen politis pertama Kongres Nasional HMI ke 39 yang dilaksanakan pada tanggal 22-26 Nopember 2015 di Pekanbaru Riau, kedua Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Kabupaten Garut pada tanggal 21-22 Nopember 2015 berlokasi di Rancabuaya Kabupaten Garut, dan HMI Garut ikut bagian menjadi peserta dalam dua momen politis ini. 

HMI Garut menganggap dua momen ini sangat penting untuk internal organisasi HMI, yang mana HMI merupakan organisasi mahasiswa yang selalu mengedapankan intelektualitas dalam memberikan kontrol terhadap pembangunan sosial masyarakat, merasa perlu dan wajib turut andil dalam kedua momen ini dalam upaya memberi kontribusi pemikiran dan gerakan yang konstruktif untuk tatanan sosial masyarakat, termasuk dalam momen Musda KNPI Garut yang nanti akan digelar.

HMI Cabang Garut merupakan salah satu Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang menjadi bagian di KNPI Garut, maka patut memberi perhatian kepada KNPI dalam upaya memberdayakan pemuda  di kabupaten Garut, kami anggap Musda KNPI bukan hanya sebatas momen politis semata yang bertujuan untuk memilih calon ketua  baru yang nantinya akan memimpin KNPI, tapi juga merupakan ajang evaluasi kinerja organisasi KNPI, selain itu Musda KNPI nanti adalah momen untuk  menggali, merencanakan, dan memikirkan langkah-langkah konstruktif dalam mengembangkan organisai KNPI khusunya dan pemberdayaan pemuda pada umumnya.

Sangat disayangkan dalam konteks hari ini organisasi sebesar KNPI kurang terasa pengaruhnya terhadap pemberdayaan pemuda, padahal KNPI menghimpun semua OKP yang ada di Garut yang memiliki potensi-potensi tersendiri ditiap OKP yang ada, belum lagi struktur internal KNPI seperti pengurus KNPI yang tersebar tiap Kecamatan pastinya memiliki potensi yang luar biasa untuk diberdayakan, baik itu pemberdayaan ekonomi pemuda, peran politik, sosial maupun budaya. Pertanyaannya sudah sejauh mana peran KNPI selama ini keranah hal yang demikian?. 

Dalam uu no 40 tahun 2009 sudah jelas menjelaskan tentang pembangunan pemuda, pemberdayaan pemuda, pelayanan pemuda, pemberdayaan kewirausahaan pemuda, pengembangan kepemimpinan pemuda, dll. Dalam pasal 6 diundang-undang tersebut menjelaskan “Pelayanan kepemudaan dilaksanakan sesuai dengan karakteristik pemuda, yaitu memiliki semangat kejuangan, kesukarelaan, tanggungjawab, dan ksatria, serta memiliki sifat kritis, idealis, inovatif, progresif, dinamis, reformis, dan futuristik”. Berdasarkan pasal tersebut diketahui bahwa banyak karakteristik pemuda yang semestinya di kuatkan oleh pemerintah dalam mengembangkan posisi dan potensi Pemuda.

Peran OKP-OKP dan PK KNPI di tiap Kecamatan jangan sebatas hanya diperlukan ketika momen-momen tertentu saja, salah satunya seperti momen politis Musda nanti. Peran OKP dan PK KNPI yang paling penting untuk dibutuhkan adalah pasca terselanggaranya Musda,  idealnya ada hubungan yang sinergis dan massive antara OKP dengan KNPI sesuai dengan uu kepemudaan tentang kemitraan, disana dijelaskan “Kemitraan adalah kerja sama untuk membangun potensi pemuda dengan prinsip saling membutuhkan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan”. 

Dijelaskan lebih lanjut dalam pasal 32 ayat 1 berbunyi “Pemerintah, pemerintah daerah, dan organisasi kepemudaan dapat melaksanakan kemitraan berbasis program dalam pelayanan kepemudaan”. Konsekuansi logis nantinya terjalin kerjasama untuk membangun gerak kreativitas, eksistensi kepemudaan yang ada di Garut, yang hari ini kurang dirasakan.

Jalannya organisasi KNPI diharapkan harus lebih mengacu pada perundang-undangan yang ada, karena gerak Organisasi KNPI kedepan ditentukan di Musda KNPI nanti, tapi bukan hanya sebatas dalam periode tertentu, tapi juga akan menentukan nasib KNPI seumur hidup, karena setiap pemimpin yang memegang tampuk kepemimpinan akan mewariskan kultur organisasi yang baru dan berpengaruh terhadap periode-periode selanjutnya.

Tidak dapat dipungkiri kinerja Organisasi KNPI ditentukan oleh kinerja kepemimpinan, dan diharapkan pemimpin yang terpilih nanti akan mampu menjalankan roda organisasi sesuai dengan perundang-undangan maupun mampu menerapkan kaidah Al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah (memelihara nilai lama yang baik dan menggali nilai-nilai baru yang baik) ditubuh organisasi KNPI, sehingga terbentuknya organisasi KNPI yang progres, mampu menggali, mengembangkan potensi-potensi pemuda Kabupaten Garut, dan terwujudnya kepengurusan KNPI yang lebih baik dari kepengurusan KNPI sebelum-sebelumnya, memberi kebermanfaatan secara menyeluruh untuk masyarakat Garut, dan khusunya kepemudaan Kabupaten Garut.


dimuat dikoran fakta edisi 19 November 2015

http://faktawarna.com/hmi-garut-musda-knpi-bukan-hanya-momen-politis/