Selasa, 25 Maret 2014

Puisi Setengah Cacat #3

PERNYATAAN HATI

oleh : Halim Ramdani

Ini kesulitanku
sulit merangkai kata-kata yang indah untukmu,
indah untuk dirapal maupun merdu untuk didengar

Ini kata-kataku
kata-kata yang sederhana namun penuh makna,
dijadikan satu dalam ungkapan, bukan sastra

Ini kekecewaanku
kecewa dengan ungkapanku sendiri,
membuat tenggelam dalam keterasingan, dan sulit diyakini,

Ini kelancanganku
lancang akan ungkapan yang aku sampaikan padamu,
ungkapan keberanian tanpa keragu-raguan

Ini kebebasanku
kebebasan yang berlaku disetiap insan,
insan yang ingin mengagapai sebuah kebahagiaan

Ini keinginanku
ingin berbagi kebahagiaan dalam kehidupan
dan melengkapi kekosongan dalam kehampaan

Ini bukan pertanyaan yang harus ada jawaban,
tapi ini pernyataan  yang harus diyakini dengan penuh keyakinan

Ini pernyataanku
menyatakan aku tertarik kepadamu

Kamis, 27 Februari 2014

ROAD RACE DITENGAH KOTA

Sudah menjadi ritus tahunan setiap “hari jadi kota Garut” selalu dimeriahkan dengan banyaknya event-event tertetentu, baik itu seni budaya, seminar, maupun olahraga. Dan tahun ini untuk memperingati hari jadi garut yang ke 201 salah satunya digelar sebuah event balap motor atau yang lebih populer dikenal dengan sebutan “Road Race”, event ini cukup serius dibuktikan dengan banyaknya sepanduk iklan  yang muncul bertulisakan “Bupati Cup” diantara deretan label-label korporat yang ada sebagai seponsor.

Bukan hal yang aneh setiap kejuaraan ini digelar selalu memakai fasilitas jalan umum ditengah kota, alasannya ya  karena Garut nggak punya sirkuit balap setara sentul maupun sepang. Sayang keseriusan pihak yang mengantungkan hidupnya didunia balap tidak berbanding lurus dengan fasilitas yang ada untuk menunjang hasratnya.

Garut dengan luas kota yang sempit, harus rela sebagian ruas jalannya ditutup, dan dampaknya menimbulkan beragam permasalahan, mulai dari kemacetan, akses jalan menuju toko-toko sekitar terhambat, maupun pedagang kaki lima yang harus sementara digotong karena bahu jalan yang biasanya mereka pakai akan dijadikan sirkuit balap. Secara umum sebagian hak warga Garut terenggut ketika acara ini digelar, namun yang paling penting untuk dipandang yaitu standar kelayakan event.

Sangat terlihat absurb, dan membuat tawa menggeelitik ketika memperhatikan acara kejuaraan ini, mulai dari sirkuit yang terbatas, pitstop gak ada entah dimana, trotoar jadi tribun penonton, tidak ada pengklasifikasian kursi penonton berupa vip atau ekonomis, toh kursinya juga gak ada. Penontonya standing uplous semua.

Banyak kecacatan, maupun SOP yang dilanggar dalam event balap ini, memang terlalu jauh jika kita bandingkan dengan event balap diluar negri yang terlihat begitu sempurna, kalau bukan kita bercermin kenegara lain kemana lagi, toh hampir diseluruh kota di Indonesia setiap road race digelar selalu diadakan di tengah kota, bukan di Garut saja yang seperti itu.

Mungkin warga garut memang terhibur oleh event ini, dan banyak pihak juga yang diuntungkan, cuman jika kita tinjau lagi, jangan sampai menutup mata, bahwa kenyamanan dan keselamatan semua pihak harus diprioritaskan, apa lagi event seperti ini yang rentan dengan kecelakaan. Keselamatan penonton tidak dilindungi, kenyamanan pihak-pihak jauh dari harapan. Banyak kasus setiap event road race ini digelar pasti ada saja penonton yang kena serempet bahkan tertabrak, dan mirisnya lagi ambulance yang harusnya standy itu gak ada.

Sayang kasus-kasus dan kesemrawutan seperti itu, tidak menjadikan bahan evaluasi dan pembelajaran oleh pemerintah maupun pihak-pihak terkait supaya kedepannya lebih baik, yang paling penting jangan ada lagi road race ditengah kota, tapi cari alternatif lain, atau mempunyai sirkuit balap sendiri. Anggaran bukan sebuah persoalan, karena tidak menunutut sepenuhnya dari apbn, tapi jika ada kemauan dan berani bertindak kenapa nggak, pengusaha-pengusaha besar di garut banyak, apa lagi perusahaan-perusahaan yang pastinya memiliki dana CSR di Garut banyak .

Jika ada koordinasi antara IMI (Ikatan Motor Indonesia), tim-tim balap yang ada, kementrian olahraga, pemerintah daerah, dah korporat-korporat yang ada, tidak menutup kemungkinan akan menghasilkan solusi, jangan dibiarkan kekacauan ini terus berulang, dan kualitas event ini monoton, harusnya lebih berkembang dan lebih profesional, bukan lagi sirkuit yang dibatasi karung-karung beras, maupun ban-ban bekas.

Alternatif lain mungkin IMI dan Tim-tim Balap yang ada di Garut harus mengusung orang dari kalangannya untuk menjadi calon anggota DPRD, jangan muluk-muluk misinya cuman satu bikin sirkuit balap, saya yakin pecinta road race bakalan jadi pemilih setia.

Minggu, 23 Februari 2014

Puisi setengah cacat #2

MENCARI CHEMISTRY

Oleh : Halim Ramdani

ketika kau menuangkan perasaan lewat deretan bait puisi
dari situ aku lihat sosokmu setara mesin produksi
yang menciptakan produk berupa puisi
mengambil isnpirasi dan instuisi yang dicampur secara chemistry
aku yakin kedua bahan itu yang melahirkan kata-kata puitis

terkadang aku cemburu, ingin mencuri inspirasi itu
namun sayang, aku sulit membuatnya menjadi chemistry
sungguh diri ini hanya sebatas konsumen  yang menikamati hasil produksimu

dengan mudahnya kau melahirkan sebuah mahakarya
 ya! puisimu aku sebut mahakarya,
 karena hanya kata itu yang bisa mewakili kekagumanku.

dibalik keindahan susunan bait yang ada
dari situ pula aku mencoba menafsirkan  perbait dalam setiap katanya
tapi aku takut, aku takut tafsiranku salah arah dan akhirnya tersesat

hanya satu inti yang aku dapati, aku melihat akhir dengan pertanyaan
akankah dibait akhir ada jawabnya,?
ya pasti ada, pasti kita akan menemukan
seperti apa?
chemistry aku jawab..

Kamis, 20 Februari 2014

Puisi setengah cacat #puisi1

 CONFUSA

Oleh: Halim Ramdani

kusut, kalut, terhalang kabut
aku tak bisa menjemput esok pagi yang sejuk
pikirku buntu semakin terpuruk

mata ini terlalu lelah melihat sesuatu yang tak pasti
setara nirwana yang digapai kaum budhis
maupun wahdatul wujud ala salafi

mungkin aku mirip seorang agnostik
mengumbar keraguan disatu titik
mungkin juga bukan,
ya aku lebih mirip seorang pendosa israil yang belum dibaptis
dosa-dosa begitu mesra menyelimuti diri
pelan-pelan membawa hangatnya neraka dalam tubuh ini

sungguh aku menikmatinya, 
walapun yang setia menemani hanyalah keterpurukan

andai saja ghirah sejalan dengan hati
mungkin bukan lagi keterpurukan yang menemani
tapi ra'yu dengan oktan tinggi

wahai dewata raya, jamahlah diri yang sempit ini
lindungi tubuh yang kurus ini.
agar tetap menjadi insan yang mandiri.


Kamis, 30 Januari 2014

PERAN EKONOMI NEGARA DALAM PERSFEKTIF EKONOMI ISLAM

Yang dimaksud  dengan perekonomian negara termasuk usaha masyrakat  secara mandiri  yang didasarkan pada kebijakan pemerintah sesuai peraturan atau perundang-undangan yang berlaku.  Pandangan islam terhadap konsep negara   tidak lepas dari konsep yang berlandaskan syari'ah dan ahlak (moral) dalam ruanglingkup tatanan  pemerintahan  dan kesejahteraan ekonomi, menurut Imam Al-Ghazali Agama merupakan pondasi atau asas, dan kekuasaan adalah penjaga pondasi atau asas tadi, sehingga ada hubungan simbiosis mutualisme.

Dalam syaria'ah khususnya muamalah  merupakan ketentuan yang dijelaskan oleh pemerintahan "karena masyarakat cenderung tidak dapat diatur mengunakan  prinsip-prinsip islam kecuali menggunakan negara sebagai medianya (Nejatullah Siddiqi)", dengan kata lain bahwa dengan adanya negara maka diharapkan risalah islam dapat terpelihara dan berkembang termasuk didalamnya Aqidah (Tauhid), Ibadah, Ahlak, sampai pada tatanan kehidupan dan peradaban. Sehingga kehidupan manusia dapat berjalan dengan seimbang dan harmoni baik rohani maupun materi.

Pemerintah memegang peranan penting dalam ekonomi, karena kemajuan suatu negara dapat dilihat dari kesejahteraan ekonomi rakyatnya. Ada beberpa poin peran pemerintah  terkait  pengembangan ekonomi antara lain :
1.  Tanggungjawab Pemerintah mensejahterakan Rakyat
"sesunguhnya kamu tidak akan kelaparan dan tidak akan telanjang,  dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa  dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari didalamnya (QS At-thaha 118-119)". Dalam ayat ini menjelaskan  fungsi pokok  neghara dan pemerintahan, yaitu menghapuskan kesulitan ekonomi yang dialami  rakyat, memberi kemudahan pada akses pengembangan ekonomi  seluruh lapisan masyarakat  dan menciptakan kemakmuran.

2. Prinsip Islam untuk kebijakan ekonomi publik 
 meliputi :
  1. Prinsip  hakikat  kepemilikan
  2. Prinsip  sumber pengambilan keputusan
  3. Prinsip musyawarah
  4. Prinsip muqhosid syari'ah : memlihara agama, memelihara harta, memelihara keturunan, memelihara lingkungan.
  5. Prinsip keadilan dan kemaslahatan
  6. Prinsip kepemimpinan dan kepatuhan
  7. Prinsip pertanggungjawban 
3. Praktik  penyelenggaraan kebijakan ekonomi dalam pemerintahan

Didalam pemerintahan  khususnya dalam ekonomi islam penyelengaraan kebijakan ekonomi dengan beberapa instrumen kelembagaan seperti
Baitul Mall (Institusi yang berfungsi menampung, mengelola, dan pendistribusian   kekayaan negara  untuk kepentingan rakyat /umat).
selain itu diperlukan juga kelembagan-kelembagaan lain yang khusus  dan lebih terfokus pada suatu bidang tertentu  seperti adanya departemen-departemen dsb.  

Dari beberapa poin diatas pada akhirnya akan menyentuh pada penetapan angaran pendapatan negara dengan penerapan konsep jujur, adil, dan bertanggungjawab.