Senin, 08 Desember 2014

Pengaruh Ekonomi Internasional Terhadap Keseimbangan Ekonomi


Pengaruh Ekonomi Internasional Terhadap Keseimbangan Ekonomi
Ekonomi Internasional adalah ilmu ekonomi yang membahas akibat saling ketergantungan antara negara-negara di dunia, baik dari segi perdagangan internasional maupun pasar kredit internasional. Dengan adanya perdagangan antar dua atau lebih negara, tentunya berpengaruh terhadap perekonomian internasional dan negara-negara yang terlibat secara langsung. Hal ini terlihat dari keseimbangan ekonomi yang menjadi dinamis sebagai pengaruh bisa keluar masuknya jaringan internasional dalam domestik negara.
Dapat berdampak baik apabila persaingan di pasar internasional mampu membawa negara tersebut berpartisipasi sebagai pelaku yang tangguh dalam perdagangan internasional dengan menyediakan kebutuhan yang mampu bersaing dalam segala aspek. Namun sebaliknya, jika hanya membawa negara yang terlibat menjadi bersifat konsumtif tanpa diiringi peningkatan perekonomian dan pendapatan per kapita masyarakat negara tersebut, cepat atau lambat akan terjadi keruntuhan ekonomi yang dimulai dari jatuhnya nilai mata uang negara tersebut.
1.       Pengaruh Aspek Internasional terhadap Keseimbangan Supply dan Demand
Pengaruh aspek internasional dapat kita lihat pada harga, pendapatan nasional, dan tingkat kesempatan kerja negara-negara yang terlibat dalam aspek internasional tersebut. Ekspor akan meningkatkan permintaan masyarakat, yaitu jumlah barang dan jasa yang diinginkan masyarakat didalam negeri. Sebaliknya, impor akan menurunkan permintaan masyarakat didalam negeri.
Permintaan masyarakat akan mempengaruhi kesempatan kerja dan pendapatan nasional, dan diantara lain akan tergantung pada besarnya ekspor neto, yaitu selisih antara ekspor dan impor. Jika pada dasarnya, suatu negara seperti Indonesia mampu memproduksi dan menyediakan kebutuhan yang memang dibutuhkan dan secara tetap bersaing dalam perdagangan internasional, maka dapat terlihat dalam keseimbangan supply dan demand di Indonesia. Jika permintaan akan kebutuhan yang kita produksi semakin tinggi maka titik keseimbangan supply dan demand akan semakin bergeser ke tingkat yang lebih tinggi dan kemampuan aspek produksi akan meningkat seiring berjalannya perubahan tingkat permintaan akan kebutuhan tersebut. Begitu juga sebaliknya, apabila permintaan akan kebutuhan yang kita produksi semakin rendah, maka titik keseimbangan akan semakin bergeser ke tingkat yang rendah dan berpengaruh buruk pada aspek supply dan demand negara. Kualitas tingkat produksi dan segala aspek dalam penyediaan kebutuhan tersebut menentukan akan dibawa kedalam keadaan seperti apa supply dan demand suatu negara.
Berikut adalah faktor pemicu permintaan/penawaran dunia:
1.      Pertumbuhan ekonomi yang terus berlangsung.
2.      Pergeseran permintaan dunia akibat adanya bantuan luar negeri.
3.      Pembayaran rampasan perang.
4.      Transfer pendapatan.
5.      Penerapan tarif (pajak / cukai yang dikenakan untuk suatu komoditi yang diperdagangkan lintas teritorial untuk produk impor / ekspor).
6.      Pemberian subsidi ekspor.
7.      Keenam faktor tersebut diatas adalah aspek-aspek yang dapat mempengaruhi keseimbangan supply dan demand dunia.

2.       Pengaruh Aspek Internasional terhadap Pendapatan Nasional
Pengaruh aspek internasional terhadap pendapatan nasional dapat ditinjau dari 2 sisi berikut:
A.       Ditinjau dari sisi Permintaan dan Penawaran
Secara teoritis, keseimbangan ekonomi nasional suatu negara dapat dirumuskan sebagai suatukeseimbangan antara jumlah barang dan jasa yang ditawarkan dengan jumlah barang dan jasa yang
diminta.


B.       Ditinjau dari Perhitungan Pendapatan Nasional
Perhitungan pendapatan nasional berdasarkan pendekatan pengeluaran (expenditure approach) dapat dirumuskan sebagai berikut:
GDP = Y = C + I + G + (X – M)
Keterangan: C (Consumption), I (Investment), G (Government), X (Export) dan M (Import)
·         Bila X – M > 0 maka X > M, ini berarti saldo X neto positif atau posisi neraca perdagangan luar negeri surplus, sehingga Y naik.
·         Sebaliknya bila X-M < 0 maka X < M, ini berarti saldo X neto ngeatif atau posisi neraca perdagangan luar negeri defisit, sehingga Y turun.
Dari rumusan tersebut di atas, semakin besar perubahan (X – M), maka semakin besar pula pengaruh ekonomi internasional terhadap ekonomi nasional suatu negara. Ini meunjukkan ekonomi negara tersebut semakin terbuka (open economy).
3.       Pengaruh Aspek Internasional terhadap Aspek Mikro Perusahaan
Suatu perusahaan memegang peranan penting sebagai pelaku dalam perdagangan internasional. Hal ini tentunya membawa pengaruh terhadap perusahaan itu sendiri dikarenakan kualitas dan kuantitas kebutuhan yang diperdagangkan di pasar internasional tergantung pada perusahaan itu sendiri. Tingkat produksi, kualitas & kuantitas sumber daya, kemampuan bersaing, dan keadaan perekonomian serta segala aspek yang telah kita bahas diatas bisa menentukan semua hal yang berpengaruh pada aspek mikro perusahaan.
Perdagangan internasional juga bisa membawa suatu perusahaan yang berkecimpung di dalam suatu negara menjadi perusahaan multinasional yang memiliki jaringan perdagangan yang lebih luas karena adanya akses ke pasar luar negara tempat dimana perusahaan itu berada. Campur tangan pemerintah dan segala bentuk kebijakan perdagangan yang datang dari dalam atau luar negeri juga mampu membuka bahkan menutup kemampuan perusahaan dalam berperan serta di perdagangan internasional.
Ditinjau dari aspek mikro pengaruh ekonomi internasional khususnya keuangan internasional dapat diuraikan sebagai berikut:
1.      Perusahaan memerlukan input baik dari dalam maupun luar negeri, variabel biaya input adalah P (price) dan Q (quantity), input yang digerakkan secara langsung maupun tidak langsung akan dipangaruhi oleh fluktuasi kurs valas (forex rate).
2.      Sebaliknya perusahaan akan memasarkan produknya di dalam maupun di luar negeri, variabel yang menentukan besarnya revenue yang akan diperoleh adalah P dan Q produk yang dihasilkan dan terjual. Inipun akan dipengaruhi oleh fluktuasi kurs valas (forex rate).
3.      Tingkat keuntungan atau profit perusahaan akan ditentukan oleh selisih antara total revenue dan total cost maka secara makro ekonomi baik langsung maupun tidak langsung, ekonomi dan keuangan internasional berpengaruh terhadap perusahaan.
Pengaruh aspek internasional terhadap aspek mikro perusahaan adalah menganalisa pasar beserta mekanismenya yang membentuk harga relatif kepada produk dan jasa, dan alokasi dari sumber terbatas diantara banyak penggunaan alternatif. aspek mikro perusahaan menganalisa kegagalan pasar, yaitu ketika pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien; serta menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang dibutuhkan bagi suatu pasar persaingan sempurna. Bidang-bidang penelitian yang penting dalam ekonomi mikro, meliputi pembahasan mengenai keseimbangan umum (general equilibrium), keadaan pasar dalam informasi asimetris, pilihan dalam situasi ketidakpastian, serta berbagai aplikasi ekonomi dari teori permainan. Juga mendapat perhatian ialah pembahasan mengenai elastisitas produk dalam sistem pasar

Minggu, 05 Oktober 2014

Puisi Setengah Cacat #5

kesunyian cinta

Melewati sunyi bukan berarti hilang
walaupun malam tiba tetap ada purnama
kesunyian apa lagi yang ingin diselami?
mencintaimu, kasihku
ialah matahari, rembulan, bintang-bintang
yang tak lelah memberi keindahan

HMI Komisariat STAIDA Muhammadiyah Garut

video

Selasa, 22 Juli 2014

PUISI SETENGAH CACAT #4

BATAS RUANG

Oleh : Halim Ramdani

Ruang ini terbatas,
Tak memberikan cukup ruang bagi angin dan cahaya untuk saling menyapa

Angin, mencari-cari ruang  lain
Namun ruang yang ditemuipun terbatas
Tak memberikan cukup ruang bagi cahaya untuk menyentuh

Cahaya, mencari-cari ruang lain
Namun ruang yang ditemuipun terbatas
Tak memberikan cukup ruang  bagi angin untuk merasa

Maka, mereka lelah mencari ruang-ruang baru
Ruang yang cukup bagi mereka berpadu

Namun mereka mulai sadar
Ruang memang terbatas
Tak mampu membendung kesucian cinta yang tak terbatas

Kamis, 26 Juni 2014

MANAJEMEN PERMODALAN BANK SYARIAH

Pengertian Modal bank
Modal bank adalah Jumlah dana yang ditanamkan dalam suatu perusahaan oleh para pemiliknya untuk pembentukan suatu badan usaha dan dalam perkembangannya modal tersebut dapat susut karena kerugian ataupun berkembang karena keuntungan-keuntungan yang diperoleh(Teguh Pujo Muljono,1996). Sedangkan Manajemen permodalan bank syariah adalah bagaimana mengatur modal sedemikian rupa sehingga masyarakat mau memberikan dananya untuk menambah modal bagi suatu bank. Jika demikian berarti semakin tinggi tingkat kepercayaan masyarakat kemungkinan makin besar pula modal yang bisa diserap oleh perbankan. Sehingga bisa dikatakan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat sangat mempengaruhi permodalan bagi suatu bank.
Modal dibagi kedalam 2 jenis :
a.modal inti (tier 1) terdiri dari : modal setor,agio saham,modal sumbangan,cadangan umum dll.
b.modal pelengkap (tier 2) terdiri atas cadangan-cadangan yang dibentuk bukan dari laba setelah pajak serta pinjaman yang sifatnya dipersamakan dengan modal
B.  Fungsi Modal Bank
George M Frankurter dan Bob G Wood Jr menyebutkan empat fungsi utama modal bank, yaitu:
1.Untuk menghapus kerugian tidak terduga,
2.Menyajikan dana yang diperlukan untuk kegiatan operasional,
3.Mengukur kepemilikan bank, dan
4.Sebagai sumber tekanan bagi pelaksana ank untuk bekerja efisien.