Minggu, 22 Februari 2015

GARUT HARUS MERENCANAKAN PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF

Oleh : Halim Ramdani

Perdagangan bebas mengaharuskan setiap negara termasuk Indonesia berupaya keras untuk melakukan perkembangan ekonomi yang dapat bersaing dalam maupun luar negri, belum lama ini Indonesia dihadapkan dengan adanya MEA (Mayarakat Ekonomi Asean), sehingga indonesia harus siap menghadapi persaingan ekonomi tersebut, Salah satu cara untuk menghadapai hal ini indonesia harus mendorong perekonomian yang berdaya saing dengan pemanfaatan sumber daya yang terbarukan berbasis kreativitas. Perkembangan ekonomi kreatif merupakan pilihan tepat karena dapat menjaga ketahanan ekonomi, berkontribusi besar terhadap perekonomian dalam negri, selain itu dapat membangun citra indentitas suatu bangsa, menciptkan inovasi, krativitas, dan keunggulan kompetitif.

Pentingnya ekonomi kreatif dibuktikan dengan adanya kebijakan pemerintah lewat Inpres tahun 2009 no 6 (Perkembangan Ekonomi Kreatif), dalam Inpres tersebut menjelaskan ekonomi kreatif adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan berdasarkan krativitas, keterampilan dan bakat individu, sehingga menghasilkan daya kreasi, daya cipta individu, yang bernilai ekonomis untuk kesejahteraan masyarakat. Tujuan adanya Inpres tersebut adalah membuka wawasan buat para pemangku kepentingan akan kontribusi yang dihasilkan ekonomi kreatif terhadap ekonomi Indonesia. Sehingga diharapkan setiap pemerintahan daerah yang ada termasuk Kabupaten Garut harus melakukan upaya perencanaan perkembangan ekonomi kreatif, karena hal ini dapat menjawab permasalah pembangunan yang ada di Garut khusunya pertumbuhan ekonomi.
Perkembangan ekonomi kreatif di Garut sangat diperlukan, melihat potensi besar yang ada terutama pelaku ekonomi kreatif. Tidak dapat dipungkiri pelaku ekonomi kreatif di Garut tidak sedikit yang perlu perhatian khusus, walaupun pemerintahan Garut telah berupaya melakukan kegiatan yang berhubungan dengan ekonomi kreatif, sebut saja pameran ekonomi kreatif yang rutin tiap tahun dilakukan pemerintahan Garut, namun pada kenyataannya itu hanya sebatas kegiatan ceremonial belaka, tidak jelas esensi yang didapat dalam kegiatan tersebut. Pameran ekonomi kreatif yang telah dilakukan tidak jauh beda dengan event-event pameran yang telah dilakukan sebelumnya, tidak jauh beda dengan pameran UMKM biasa.

Dalam hal ini terlihat kekerdilan pemikiran pemerintah kabupaten Garut, mereka menganggap ekonomi kreatif hanya sebatas pameran UMKM, dan dapat dilakukan hanya dengan satu kegiatan ceremonial yang tidak mempunyai pengaruh jangka panjang, padahal ruang lingkup Ekonomi Kreatif sangat luas bukan hanya pelaku UMKM Semata. Dalam Inpres no 6 th 2009 dijelaskan cakupan ekonomi kreatif adalah periklanan, kerajinan, desain, seni pertunjukan, penerbitan, tv dan radio, fesyen, dll,  dan Garut memiliki semua itu, tinggal dikembangkan dengan formula kebijakan yang harus direncanakan. Dalam hal ini pemerintah kab Garut harus lebih serius menanggapi perkembangan ekonomi kreatif yang ada, sehingga mampu menjawab permasalahan pembangunan yang ada di Garut.

Tidak jarang kita sering mendengar para pelaku ekonomi kreatif di Garut yang berkecimpung di dunia seni khusunya kurang mendapatkan apresiasi penuh dari pemerintah, sehingga kegiatan yang mereka lakukan jauh dari kata berkembang, dan malah berkarya dan sukses diluar kota Garut itu sendiri, dan masih banyak permasalahan lainnya yang perlu diperbaiki. Garut merupakan kabupaten yang sedang berkembang, alangkah baiknya status tersebut didukung dengan perkembangan ekonomi kreatif di kabupaten Garut dengan awal penyusunan kebijakan baik itu lewat Rencana Aksi, RKPD, Renja SKPD maupun RAPBD nantinya, selain sebagai upaya memenuhi Inpres no 6 th 2009 dan itu merupakan apresiasi awal pemerintah terhadap pelaku usaha ekonomi kreatif di Kabupaten Garut. Tidak mustahil jika ekonomi kreatif di Garut berkembang akan mampu mengasah potensi-potensi kreatif masyarakat Garut yang ada dan akan mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi sehingga siap bersaing dalam maupun luar negri.

Sabtu, 21 Februari 2015

PUISI SETENGAH CACAT #6

PUPUS

oleh : Halim Ramdani



Deretan sajak yang ditulis dan coretan rupa yang dilukis 
menjadi sebuah karya tak bernilai dan hadir diakhir cerita,
lentera membakar habis semua karya itu tanpa meninggalkan bekas, 
abu kenanganpun telah sirna tertiup angin kemenangan.

Minggu, 11 Januari 2015

Implementasi Strategis Organisasi Dan Sumber Daya Manusia Dalam Tujuan Organisasi

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  DASAR PEMIKIRAN
Jalannya sebuah organisasi yang baik tidak terlepas dari tingkat kerjasama semua lini yang ada dalam organisasi itu sendiri, selain itu sebuah proses pelaksanaan program yang dilakukan sebuah organisasi dalam upaya mencapai tujuan organisasi ditunjang dengan manajemen organisasi yang mumpuni.
Dalam hal ini sebuah implementasi akan mengejawantahkan teori-teori organisasi yang ada dalam sebuah kegiatan nyata. Implementasi Strategis organisasi dan sumber daya manusia dalam tujuan organisasi, merupakan langkah nyata dalam pelaksanaan sebuah organisasi, disana dibahas teknis-teknis tertentu dalam pengelolaan organisasi demi terwujudnya tujuan suatu organisasi.
1.2  RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah dalam pembahasan ini adalah :
1.      Apakah pengertian implementasi strategis organisasi dan SDM dalam tujuan organisasi?
2.      Apa saja proses implementasi strategis organisas dan SDM dalam tujuan organisasi ?
3.      Permasalahan apa saja yang dihadapi dalam implementasi strategis organisasi dan SDM dalam tujuan organisasi ?
4.      Siapa saja pihak yang mengimplementasikan strategis organisasi dan SDM dalam tujuan organisasi ?

1.3  TUJUAN DAN MANFAAT
1.  Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1.       Memahami pengertian implementasi strategis organisasi dan SDM dalam tujuan organisasi.
2.       Mengetahui proses implementasi strategis organisas dan SDM dalam tujuan organisasi.
3.      Mengetahui permasalahan apa saja yang dihadapi dalam implementasi strategis organisasi dan SDM dalam tujuan organisasi.
4.      Mengetahui pihak yang mengimplementasikan strategis organisasi dan SDM dalam tujuan organisasi.
2. Manfaat
Makalah ini akan bermanfaat sebagai bahan kajian dan tinjauan bagi pembaca mengenai management organisasi dalam hal implementasi strategis organisasi dan SDM dalam tujuan organisasi serta perkembangannya. Sehingga dapat mengupayakan perencanaan suatu organisasi dan menyadarkan bahwa implementasi strategis organisasi yang baik dan managemen sumber daya  manusia yang baik dalam organisasi akan mewujudkan tujuan organisasi sesuai dengan yang diharapkan.










BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Implementasi Strategis Organisasi
2.1.1 Pengertian Implementasi Strategis Organisasi
Implementasi Strategis dapat diartikan sebagai proses dimana manajemen mewujudkan strateginya dalam bentuk program, prosedur dan anggaran. Selain itu Implementasi strategis mempunyai pengertian lain yaitu pengembangan strategi organisasi dalam bentuk tindakan.
2.1.2 Proses Implementasi Strategis Organisasi
1. Menganalisis Perubahan
Menganalisis Perubahan merupakan tahap pertama dalam proses implementasi strategi organisasi yang tujuannya untuk memberikan gagasan yang jelas dan terperinci mengenai seberapa banyak  strategi organisasi harus berubah agar berhasil dalam  mengimplementasikan strateginya.
Dalam menganalisis perubahan terbagi dalam beberapa pola, yaitu:
a.       Tidak adanya perubahan yang signifikan (continuation)
Terjadi karena adanya pengulangan strategi yang sama dengan strategi yang digunakan dalam periode sebelumnya.
b.      Perubahan rutin (routine change)
Perubahan rutin sering digunakan dalam organisasi perusahaan seperti perubahan yang dilakukan dalam kemasan produk dan harga untuk memikat konsumen
c.       Perubahan terbatas (limited change)
Disebabkan karena adanya pengaruh eksternal dalam organisasi
d.      Perubahan radikal (radical change)
Reorganisasi besar-besaran dalam organisasi. Biasanya dilakukan pada saat kondisi organisasi tidak stabil maka organisasi sering melakukan reshuffle kepengurusan
2. Analisis Struktur Organisasi
Alasan utama mengapa perubahan dalam strategi diperlukan bahkan mengharuskan perubahan dalam struktur organisasi, yaitu:
a.       Struktur biasanya menjelaskan tentang bagaimana kebijakan akan disusun.
b.      Struktur biasanya menjelaskan tentang bagimana sumberdaya akan dialokasikan.
3.  Analisis Budaya Organisasi
Budaya Organisasi merupakan komponen yang menyebabkan mengapa suatu strategi dapat diimplementasikan pada suatu organisai, sementara strategi tersebut gagal untuk diimplementasikan pada organisai yang lain dengan kondisi yang relatif sama.
4. Analisis Gaya Kepemimpinan
Menurut Tjiptono (2006:161) gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan pemimpin dalam berinteraksi dengan bawahannya. Sementara itu, pendapat lain menyebutkan bahwa gaya kepemimpinan adalah pola tingkah laku (kata-kata dan tindakan-tindakan) dari seorang pemimpin yang dirasakan oleh orang lain (Hersey, 2004:29).
Gaya kepemimpinan adalah perilaku atau cara yang dipilih dan dipergunakan pemimpin dalam mempengaruhi pikiran, perasaan, sikap dan perilaku para anggota organisasi bawahannya (Nawawi, 2003:115).
Adapun gaya kepemimpinan tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Gaya kepemimpinan otoriter
Gaya kepemimpinan ini menghimpun sejumlah perilaku atau gaya kepemimpinan yang bersifat terpusat pada pemimpin sebagai satu-satunya penentu, penguasa dan pengendali anggota organisasidan kegiatannya dalam usaha mencapai tujuan organisasi.
2.      Gaya kepemimpinan demokratis
Gaya kepemimpinan menempatkan manusia sebagai faktor pendukung terpenting dalam kepemimpinan yang dilakukan berdasarkan dan mengutamakan orientasi pada hubungan dengan anggota organisasi.
3.     Gaya kepemimpinan bebas
Gaya kepemimpinan ini pada dasarnya berpandangan bahwa anggota organisasi mampu mandiri dalam membuat keputusan atau mampu mengurus dirinya masing-masing, dengan sedikit mungkin pengarahan atau pemberian petunjuk dalam merealisasikan tugas pokok masing-masing sebagai bagian dari tugas pokok organisasi.
5. Implementasi dan Evaluasi Strategi
Evaluasi merupakan tahap akhir dalam implementasi strategi. Untuk melakukan tahap ini dengan baik dan berhasil, seorang pemimpin organisasi perlu mengetahui 4 jenis keahlian dasar, yaitu:
a.       Kemampuan Berinteraksi (Interacting skills)
Kemampuan manajemen berinteraksi dan ber-empati dengan berbagai perilaku dan  sikap orang lain untuk mencapai tujuan.
b.      Kemampuan Mengalokasi (Allocating skills)
Kemampuan manajemen dalam menjadwalkan tugas-tugas, anggaran,  dan waktu, serta sumber-sumber daya lainnya  secara efisien.
c.       Kemampuan Memonitor (Monitoring skills)
Meliputi penggunaan informasi yang efisien untuk memperbaiki atau menyelesaikan berbagai masalah yang timbul dalam proses implementasi.
d.      Kemampuan Mengorganisasikan (Organizing skills)
Kemampuan untuk menciptakan jaringan atau organisasi informal dalam rangka menyesuaikan diri dengan berbagai masalah yang mungkin terjadi.
1.1.3        Mengembangkan Program, Anggaran dan Prosedur
Tujuan dari program adalah untuk membuat tindakan berorientasi pada strategi. Proses anggaran dimulai setelah program dikembangkan. Perencanaan sebuah anggaran merupakan pengecekkan akhir yang nyata dari sebuah korporasi terhadap kelayakan strategi yang dipilihnya. Sebuah strategi yang ideal mungkin ditemukan menjadi tidak praktis hanya setelah program-program implementasi khusus dibiayai secara rinci.
Setelah anggaran diprogram, maka prosedur operasi standar harus dikembangkan. Mereka merinci secara khusus berbagai aktivitas yang harus dilaksanakan untuk menyempurnakan program-program.
2.1.4 Pihak Yang Mengimplentasikan Strategis Organisasi
Siapa Yang Mengimplementasikan Strategi ??
1.      keterlibatan Anggota dalam implementasi strategi umumnya tergantung kepada bentuk organisasi yang dianut.
2.      Semua orang yang berada dalam organisasi harus melaksanakan strategi.
3.      Pada organisasi yang besar, ketua, wakil ketua dari seluruh cabang organisasi, bekerjasama dengan seluruh bawahan mereka untuk melaksanakan strategi
4.      Bila semua orang terlibat dalam implementasinya maka kinerja organisasi akan lebih baik.
2.2 Implementasi Strategis Sumber Daya Manusia Dalam Tujuan Organisasi
2.2.1 Pengertian
Beberapa pengertian tentang manajemen sumber daya manusia, antara lain :
1.      Manajemen sumber daya manusia adalah perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan dan pengawasan kegiatan-kegiatan, pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu, organisasi, dan masyarakat. (Flipo, 1989)
2.      Manajemen sumber daya manusia adalah sebagai penarikan, seleksi,
pengembangan, penggunaan dan pemeliharaan sumber daya manusia oleh
organisasi. (French dalam Soekidjo, 1991)
Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan proses pendayagunaan manusia atau pegawai yang mencakup; penerimaan, penggunaan, pengembangan dan pemeliharaan sumber daya manusia yang ada.
2.2.2        Implementasi Perencanaan SDM
Pemilihan teknik merupakan starting point dalam melaksanakan berbagai aktivitas yang berhubungan dengan gaya manajeral, nilai dan budaya secara keseluruhan. Beberapa teknik perencanaan sumber daya manusia (Nursanti, 2002 : 61) dapat diimplementasikan dalam proses rekrutmen dan perencanaan karir.
a.       Rekrutmen
Identifikasi kemungkinan ketidakcocokan ketika bekerjasama dalam organisasi maka terlebih dulu dilakukan penyesuaiain, penyesuaian melalui rekrutmen. Oleh karena itu diperlukan pendekatan baru yang mempertimbangkan kombinasi kompetensi anggota melalui pengetahuan, keterampilan dan sikap dan pengalaman yang dimiliki. Perencanaan MSDM dapat dijadikan petunjuk dan memberikan wawasan masa yang akan datang bagi orang-orang yang diperlukan untuk menyampaikan program-program organisasi.
b.      Perencanaan Karir
Hal ini membutuhkan pengertian proses-proses yang diintegrasikan pada karekteristik individual dan preferensi dengan implikasinya pada : budaya organisasi, nilai dan gaya, strategi organisai, struktur organisasi dan perubahan.
Beberapa organisasi dewasa ini menekankan pada tanggung jawab individual bagi pengembangan karir masing-masing. Sistem mentoring formal maupun informal diperkenalkan untuk membantu pencapaian pengembangan karir.
c.       Evaluasi Perencanaan SDM
Perencana sumber daya manusia dapat digunakan sebagai indikator kesesuaian kinerja bagi sejumlah orang-orang yang ada dalam organisasi dengan keterampilan yang sesuai : perencanaan sumber daya manusia juga berguna sebagai “early warning” organisasi terhadap implikasi strategi organisasi nantinya.
2.2.3        Implementasi Strategis dalam Pengelolaan SDM
Dalam implementasi strategis pengelolaan sumber daya manusia tidak terlepas dari manajemen strategis dalam sumber daya manusia, dalam hal ini merupakan proses manajemen puncak menentukan tujuan umum, sasaran organisasi dan bagaimana tujuan tersebut  tercapai.
Dalam pengertian lain adalah usaha atau aktifitas suatu organisasi dalam mengelolah sumber daya manusia yang dimilikinya secara umum dimulai dari proses penempatan anggota, pengelolahan, pemeliharaan anggota. Ini merupakan proses  pengelolaan dan pendayagunaan SDM secara profesional agar seluruh anggota mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal di lingkungan organisasi, sehingga produktivitas kerja dicapai maksimal.





BAB III
KESIMPULAN
Dari uraian pembahasan materi  ini penulis mengemukakan beberapa kesimpulan :
Perencanaan sumber daya manusia (Human Resource Planning) merupakan salah satu fungsi dalam Manajemen Sumber daya manusia yang mengorientasi pada bagaimana menyusun langkah-langkah strategi menyiapkan sumberdaya manusia dalam suatu organisasi secara tepat dalam jumlah dan kualitas yang diperlukan .
Perencanaan sumber daya manusia awal difokuskan pada perencanaan kebutuhan sumber daya manusia di masa depan serta cara pencapaian tujuannya dan implementasi program-program, yang kemudian berkembang, termasuk dalam hal pengumpulan data untuk mengevaluasi keefektifan program yang sedang berjalann dan memberikan informasi kepada perencana bagi pemenuhan kebutuhan untuk revisi peramalan dan program daat diperlukan.

Dalam pelaksanaannya, perencanaan sumber daya manusia harus disesuaikan dengan strategi tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisikan adanya kesenjangan agar tujuan dengan kenyataan dan sekaligus menfasilitasi keefektifan organisasi dapat dicapai. Perencanaan sumber daya manusia harus diintegrasikan dengan tujuan perencanaan jangka pendek dan jangka panjang organisasi. Hal ini diperlukan agar organisasi bisa terus survive dan dapat berkembang sesuai dengan tuntutan perubahan yang sangat cepat dan dinamis .

Selasa, 30 Desember 2014

PROSEDUR DASAR PEMBAYARAN INTERNASIONAL

PROSEDUR DASAR PEMBAYARAN INTERNASIONAL

A.      TRANSAKSI PEMBAYARAN DAN TRANSAKSI PEMBIAYAAN
Istilah  pembyaran to pay dan pembiayaan to finance  sangat berbeda, transaksi pembayaran terjadi ketika transaksi jual beli terjadi tanpa dikredit, sedangkan transaksi pembiayaan terjadi ketika sipembeli membeli barang dengan kredit atau ditangguhkan dengan arti pihak penjual membiayai transaksi jual beli tersebut . atau dalam contoh lain transaksi pesanan dengan uang muka, artinya sipemesan membiayai beban modal atas modal yang tertanam dalam bentuk uang muka.Untuk transaksi jual beli antar Negara sama saja dengan uraian diatas, hanya saja jarak yang lebih jauh, dan waktu yang lama, sehingga diperhitungkan masalah pembiayaan atau financing.Pembiayaan transaksi luar negri dilakukan oleh eksportir dan importer dan bank. Pembiayaan transaksi luar negri yang dilakukan bank pada umumnya dilakukan dengan cara menahan surat wesel atau surat-surat tagihan lainnya dengan terlebih dahulu membyar harga barang yang dikirim keluar negri kepada pihak pengekspor setelah dikurangi diskonto.

B.      CARA-CARA PEMBAYARAN INTERNATIONAL
Dibedakan 4 kelompok cara pembayaran kewajiban-kewajiban yang ada dalam transaksi perdaganagan, penanaman modal dll, antara lain ;
1.       Kompensasi pribadi
2.       Menggunakan surat wesel dagang
3.       Pembayaran tunai
4.       Menggunkan Letter of credit atau L/C

C.      SURAT WESEL DAGANG
Pembayaran seperti ini masih banyak digunakan dalam trnasaksi jualbeli antar Negara. Dengan cara ini eksportir menarik surat wesel importer sejumlah harga barang dengan biaya-biaya pengirimannya sekali. Dengan arti lain Surat wesel  adalah surat perintah tertulis dari seorang eksportir (drawer ) yg ditunjukan kepada importer (drawee)agennya utk melakukan pembayaran sejumlah dan jangka waktu tertentu “Jenis surat wesel digolongkan dalam :
A.      Pengolongan wesel didasarkan atas Ada / tidak dokumen 
  1. Clean draft “surat wesel yg ditarik tanpa disertai dengan dokumen – dokumen
  2. Documentary drfat “surat wesel yg disertai dg dokumen”.  seperti : konosemen (bill of lading), polis asuransi ,faktur (invoice),pacing list,certificate of origin (dokumen asli ) 


B.      Pengolongan didasarkan pada jangka waktu pembayaran :
  1. Sight draft “(wesel atas tunjuk “surat wesel yang harus dibayar pada saat surat wesel diperlihatkan kepada drawee atau paling lambat 24 jam terhitung saat penunjukannya “
  2. Time drfat “surat wesel yg harus dibayar sekian hari sesudah surat wesel ditunjuk / sesudah surat wesel diakseptir/sedudah tanggal tertentu yg ditetapkan dalam surat wesel,surat wesel yg disebut terakhir biasa disebut date draft. dapat pula dijanjikan surat wesel dibayar sesudah barang tersebut tiba (arrival draft).

Pihak dalam surat wesel :
1)      Drawer “pihak penarik / penulis wesel dalam perniagaan drawer adalah eksportir
2)      Drawee “pihak kepada siapa surat wesel tersebut ditarik dlm perniagaan adalah importir
3)      Payee pihak yb menerima pembayaran yang harus dilakukan drawee atas perintah drawer 

D.      PEMBAYARAN TUNAI
Pembayaran tunai (cash in advance /prepayment /advance payment ) adalah pembayaran yang dilakukan importr/ pembeli kepada eskportir / penjual sebleum barang dikapalkan dan dilakukan secara tunai secara penuh (full payment )/ sebagian(partial payment) “,dengan alasan :
1.       Permintaan atas produk melebihi penawaran
2.       Penjual dan pembeli belum saling kenal dan saling kurang percaya
3.       Mata uang importir termasuk mata uang lemah yang berresiko tinggi.

Cara – cara pembayaran tunai :
  1. Surat wesel bank atas tunjuk “surat perintah yg dibuat oleh bank domestik yg ditujukan kepada bank korespondennya dinegara lain utk membayar sejumkah uang tertentu yg disebutkan dalam surat wesel ,kepada sipembawa wesel / pihak tertentu seperti tersebut dalam wesel.
  2. Telegraphic transfer “pembayaran spt wesel hanya saja media yg digunakan dalam pemberitahuannya lewat bentuk kawat / telex pada saat transaksi menggunakan kata sandi /password
  3. L/C tunai “alat pembayaran yg dikeluarkan oleh bank ,dimana bank memberikan wewenang kepada badan / seseorang yg namanya disebut dalam LC utk menulis cek /menarik surat wesel atas jumlah uang tertentu yg harus dibayar bila diminta,dimana importir akan mambayar jika barang tersebut sdh meningalkan negara ekportr dan sebaliknya eksportir tdk akan mengirim bila pembayaran blm diterima
  4. Travel ers L/C “surat dg nama bank meberikan otorisasi kepada seseorang yg ditunjuk dalam L/C .utk menarik wesel atas tunjuk terhadap bank yg mengeluarkan L/C dg menunjukan surat L/c kepada bank korespondensinya dinegara lain,dimana dalam L/C tersebut disebutkan nilai tertinggi surat wesel.
  5. Travelers checks ‘ surat wesel yg ditarik oleh sebuah bank yg memerintahkan drinya sendir utk membayar sejumlah uang atas tunjukan kepada orang yg namanya tercantum dalam travelers check,dg aminan nama bank penerbit travelers check,nilai mata uang tercantum mata uang kuat,tidak mudah dipalsukan
  6. International money order “ penarikan surat wesel dimana tidak harus memiliki saldo,karena biasanya nilai transaski dilakukan dalam tingkatan rendah “
  7. Cek perorangan “bank atau lembaga non bank memberikan otorisasi perorangan utk menguangkan / menarik dalamn jumlah tertentu sesuai angka tertera dalm cek ,dicairkan ditempat tertentu yg tertera dalam cek”
  8. Uang logam dan uang kertas “pembayaran yg dilakukan oleh wisatawan dalam bentuk uang kertas / logam kuat (hard currancy )


 E.       LETTER OF CREDIT
Letter of Credit “suatu surat pernyataan yg dikeluarkan oleh issuing bank atas permintaan pembeli/ importer  yg ditujukan kepada penjual / eksportir /beneficiary melalui confirming bank dengan menyatakan akan membayar sejumlah uang tertentu kepada eksportir “.ada 3 pihak pokok yg terlibat :

  1. Opener (account) “pihak yg mengajukan permintaan pembukaan L/C kepada bank ,yg merupakan opener adalah importer.
  2. Issuer (issuing bank )”bank negara importir yg mengeluarkan L/C atas permintaan importer.
  3. Beneficiary (accredite )”pihak utk siapa L/C dibuka dslsm perdagangan internasional (eksportir ). 

Selain itu ada pihak lain yg memebantu kelancaran pelaksanaan L/C :

  1. The confirming bank = pihak yg menjamin kredit
  2. The notifying bank = yg atas permintaan issuing bank akan memberitahukan kepada beneficiary bahwa telah dibuka L/C utknya
  3. The negotiating bank = bank dinegara eksportir yg membayar atau mengakseptir surat wesel yg ditarik oleh eksportir 


F.       REKENING TERBUKA
Rekening terbuka “pembayaran dengan sistem ini justru dilakukan kemudian setelah produk dkirim dan laku terjual atau setelah jangka waktu tertentu ,karena pembeli dan penjual sdah saling kenal dan percaya sepenuhnya atau dilakukan antara suatu perusahaan dan afiliasinya atau intra perusahaan multi nasional.


Senin, 08 Desember 2014

Pengaruh Ekonomi Internasional Terhadap Keseimbangan Ekonomi


Pengaruh Ekonomi Internasional Terhadap Keseimbangan Ekonomi
Ekonomi Internasional adalah ilmu ekonomi yang membahas akibat saling ketergantungan antara negara-negara di dunia, baik dari segi perdagangan internasional maupun pasar kredit internasional. Dengan adanya perdagangan antar dua atau lebih negara, tentunya berpengaruh terhadap perekonomian internasional dan negara-negara yang terlibat secara langsung. Hal ini terlihat dari keseimbangan ekonomi yang menjadi dinamis sebagai pengaruh bisa keluar masuknya jaringan internasional dalam domestik negara.
Dapat berdampak baik apabila persaingan di pasar internasional mampu membawa negara tersebut berpartisipasi sebagai pelaku yang tangguh dalam perdagangan internasional dengan menyediakan kebutuhan yang mampu bersaing dalam segala aspek. Namun sebaliknya, jika hanya membawa negara yang terlibat menjadi bersifat konsumtif tanpa diiringi peningkatan perekonomian dan pendapatan per kapita masyarakat negara tersebut, cepat atau lambat akan terjadi keruntuhan ekonomi yang dimulai dari jatuhnya nilai mata uang negara tersebut.
1.       Pengaruh Aspek Internasional terhadap Keseimbangan Supply dan Demand
Pengaruh aspek internasional dapat kita lihat pada harga, pendapatan nasional, dan tingkat kesempatan kerja negara-negara yang terlibat dalam aspek internasional tersebut. Ekspor akan meningkatkan permintaan masyarakat, yaitu jumlah barang dan jasa yang diinginkan masyarakat didalam negeri. Sebaliknya, impor akan menurunkan permintaan masyarakat didalam negeri.
Permintaan masyarakat akan mempengaruhi kesempatan kerja dan pendapatan nasional, dan diantara lain akan tergantung pada besarnya ekspor neto, yaitu selisih antara ekspor dan impor. Jika pada dasarnya, suatu negara seperti Indonesia mampu memproduksi dan menyediakan kebutuhan yang memang dibutuhkan dan secara tetap bersaing dalam perdagangan internasional, maka dapat terlihat dalam keseimbangan supply dan demand di Indonesia. Jika permintaan akan kebutuhan yang kita produksi semakin tinggi maka titik keseimbangan supply dan demand akan semakin bergeser ke tingkat yang lebih tinggi dan kemampuan aspek produksi akan meningkat seiring berjalannya perubahan tingkat permintaan akan kebutuhan tersebut. Begitu juga sebaliknya, apabila permintaan akan kebutuhan yang kita produksi semakin rendah, maka titik keseimbangan akan semakin bergeser ke tingkat yang rendah dan berpengaruh buruk pada aspek supply dan demand negara. Kualitas tingkat produksi dan segala aspek dalam penyediaan kebutuhan tersebut menentukan akan dibawa kedalam keadaan seperti apa supply dan demand suatu negara.
Berikut adalah faktor pemicu permintaan/penawaran dunia:
1.      Pertumbuhan ekonomi yang terus berlangsung.
2.      Pergeseran permintaan dunia akibat adanya bantuan luar negeri.
3.      Pembayaran rampasan perang.
4.      Transfer pendapatan.
5.      Penerapan tarif (pajak / cukai yang dikenakan untuk suatu komoditi yang diperdagangkan lintas teritorial untuk produk impor / ekspor).
6.      Pemberian subsidi ekspor.
7.      Keenam faktor tersebut diatas adalah aspek-aspek yang dapat mempengaruhi keseimbangan supply dan demand dunia.

2.       Pengaruh Aspek Internasional terhadap Pendapatan Nasional
Pengaruh aspek internasional terhadap pendapatan nasional dapat ditinjau dari 2 sisi berikut:
A.       Ditinjau dari sisi Permintaan dan Penawaran
Secara teoritis, keseimbangan ekonomi nasional suatu negara dapat dirumuskan sebagai suatukeseimbangan antara jumlah barang dan jasa yang ditawarkan dengan jumlah barang dan jasa yang
diminta.


B.       Ditinjau dari Perhitungan Pendapatan Nasional
Perhitungan pendapatan nasional berdasarkan pendekatan pengeluaran (expenditure approach) dapat dirumuskan sebagai berikut:
GDP = Y = C + I + G + (X – M)
Keterangan: C (Consumption), I (Investment), G (Government), X (Export) dan M (Import)
·         Bila X – M > 0 maka X > M, ini berarti saldo X neto positif atau posisi neraca perdagangan luar negeri surplus, sehingga Y naik.
·         Sebaliknya bila X-M < 0 maka X < M, ini berarti saldo X neto ngeatif atau posisi neraca perdagangan luar negeri defisit, sehingga Y turun.
Dari rumusan tersebut di atas, semakin besar perubahan (X – M), maka semakin besar pula pengaruh ekonomi internasional terhadap ekonomi nasional suatu negara. Ini meunjukkan ekonomi negara tersebut semakin terbuka (open economy).
3.       Pengaruh Aspek Internasional terhadap Aspek Mikro Perusahaan
Suatu perusahaan memegang peranan penting sebagai pelaku dalam perdagangan internasional. Hal ini tentunya membawa pengaruh terhadap perusahaan itu sendiri dikarenakan kualitas dan kuantitas kebutuhan yang diperdagangkan di pasar internasional tergantung pada perusahaan itu sendiri. Tingkat produksi, kualitas & kuantitas sumber daya, kemampuan bersaing, dan keadaan perekonomian serta segala aspek yang telah kita bahas diatas bisa menentukan semua hal yang berpengaruh pada aspek mikro perusahaan.
Perdagangan internasional juga bisa membawa suatu perusahaan yang berkecimpung di dalam suatu negara menjadi perusahaan multinasional yang memiliki jaringan perdagangan yang lebih luas karena adanya akses ke pasar luar negara tempat dimana perusahaan itu berada. Campur tangan pemerintah dan segala bentuk kebijakan perdagangan yang datang dari dalam atau luar negeri juga mampu membuka bahkan menutup kemampuan perusahaan dalam berperan serta di perdagangan internasional.
Ditinjau dari aspek mikro pengaruh ekonomi internasional khususnya keuangan internasional dapat diuraikan sebagai berikut:
1.      Perusahaan memerlukan input baik dari dalam maupun luar negeri, variabel biaya input adalah P (price) dan Q (quantity), input yang digerakkan secara langsung maupun tidak langsung akan dipangaruhi oleh fluktuasi kurs valas (forex rate).
2.      Sebaliknya perusahaan akan memasarkan produknya di dalam maupun di luar negeri, variabel yang menentukan besarnya revenue yang akan diperoleh adalah P dan Q produk yang dihasilkan dan terjual. Inipun akan dipengaruhi oleh fluktuasi kurs valas (forex rate).
3.      Tingkat keuntungan atau profit perusahaan akan ditentukan oleh selisih antara total revenue dan total cost maka secara makro ekonomi baik langsung maupun tidak langsung, ekonomi dan keuangan internasional berpengaruh terhadap perusahaan.
Pengaruh aspek internasional terhadap aspek mikro perusahaan adalah menganalisa pasar beserta mekanismenya yang membentuk harga relatif kepada produk dan jasa, dan alokasi dari sumber terbatas diantara banyak penggunaan alternatif. aspek mikro perusahaan menganalisa kegagalan pasar, yaitu ketika pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien; serta menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang dibutuhkan bagi suatu pasar persaingan sempurna. Bidang-bidang penelitian yang penting dalam ekonomi mikro, meliputi pembahasan mengenai keseimbangan umum (general equilibrium), keadaan pasar dalam informasi asimetris, pilihan dalam situasi ketidakpastian, serta berbagai aplikasi ekonomi dari teori permainan. Juga mendapat perhatian ialah pembahasan mengenai elastisitas produk dalam sistem pasar